Pola Pendidikan Agama Hindu Di Dalam Keluarga Untuk Mewujudkan Putra Suputra

Authors

  • Teguh Samiadi
  • I Komang Tri Adiana
  • Ni Made Indrayani

Keywords:

Pola pendidikan agama, keluaarga, putra suputra

Abstract

Dalam ajaran agama Hindu lapangan kehidupan dibagai menjadi empat yang
disebut dengan catur asrama, yakni brahmacari, grahasta, wanaprasta, dan bhisuka.
Pada masa grahasta mendidik seorang anak dengan baik, Pendidikan agama di dalam
keluarga tidak dijalankan oleh para orang tua, misalnya dalam hal yang kecil yaitu
masalah sembahyang orang tua tidak penah tahu kalau anaknya sudah melakukan
sembahyang apa belum, ada juga orang tua yang hanya menyuruh anaknya untuk
melakukan sembahyang namun, orang tuanya sendiri tidak melakukan sembahyang.
Adapun sebuah permasalahan yang terjadi yaitu bagaimana penerapan pendidikan Agama
Hindu di dalam keluarga untuk mewujudkan putra suputra di desa Mekar Karya
Kecamatan Wawai Karya Kabupaten Lampung Timur dan kendala-kendala apa yang
dihadapi oleh keluarga untuk mewujudkan putra suputra. Metode yang digunakan adalah
penelitian kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemangku, tokoh umat dan
masyrakat. Penerapan pendidikan agama Hindu di dalam keluarga untuk mewujudkan
putra suputra yang sangat berperan penting adalah sebuah keluarga atau orang tua, orang
tualah yang pertama memberikan pendidikan kepada anak, agar menjadi anak yang
terbaik dan berbhakti kepada kedua orang tua. Kendala-kendala yang dihadapi oleh
keluarga untuk mewujudkan putra suputra. Pendidikan yang mendasar diberikan kepada
anak, misal: bertutur kata yang baik, sopan santun, diajak sembahyang dan banyak lagi
yang lainnya. Dengan pendidikan seperti itu lah yang harus diberikan kepada anak, agar
nantinya pada saat ia dewasa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua,
semuanya itu adalah kewajiban kedua orang tua untuk mendidik anak, dengan begitu
maka anak akan menjadi anak yang putra suputra.

Published

2020-12-21