https://ejournal.stahlampung.ac.id/index.php/jpastahlampung/issue/feed JURNAL PENDIDIKAN AGAMA 2020-09-25T00:06:29+07:00 Suyono jurnalpendidikanagama@gmail.com Open Journal Systems <p>Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, Hukum Hindu dan Kebudayaan.</p> https://ejournal.stahlampung.ac.id/index.php/jpastahlampung/article/view/54 PERSEPSI BERBAGAI STRATA SOSIAL MASYARAKAT TERHADAP PASRAMAN FORMAL 2020-09-23T19:37:07+07:00 Journal Manajer JPA stahlampungweb@gmail.com <p><strong>Abstrak, </strong>Pasraman formal merupakan lembaga pendidikan keagamaan yang dibentuk oleh masyarakat yang telah terdaftar pada instansi pemerintah. Keberadaan pasraman Formal penting bagi umat Hindu, karena mampu menunjukkan fungsi keberadaannya sesuai dengan harapan masyarakat. Namun tidak semua daerah dapat melaksanakan program pemerintah tersebut, seperti halnya di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah yang tidak mempunyai Pasraman Formal.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi berbagai strata sosial masyarakat yaitu Tokoh Masyarakat dan Masyarakat umum di Kecamatan Seputih Mataram Kabupaten Lampung Tengah terhadap Pasraman Formal. Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data kuesioner/angket. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik <em>Disproportionate</em> <em>stratified random sampling </em>yang menggunakan rumus <em>Slovin.</em> Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif Presentase.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat persepsi baik Tokoh Masyarakat dan Masyarakat umum secara umum tidak berbeda yaitu setuju apabila dibangun Pasraman Formal di Kecamatan Seputih Mataram, kecuali tanggapan dalam hal pembangunan Pasraman Formal dalam lingkup desa Masyarakat umum lebih tinggi dibandingkan dengan Tokoh Masyarakat. Sedangkan tanggapan dalam hal Sumbangan dana, sumbangan material, dan minat anak untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Hindu Tokoh Masyarakat lebih tinggi dibandingkan dengan Masyarakat umum.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Persepsi, Strata Sosial Masyarakat, Pasraman Formal</em></p> 2020-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 JURNAL PENDIDIKAN AGAMA https://ejournal.stahlampung.ac.id/index.php/jpastahlampung/article/view/55 PERAN KREATIVITAS MENGAJAR GURU AGAMA HINDU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA DI SMP SE-KECAMATAN PASIR SAKTI 2020-09-23T19:48:28+07:00 Journal Manajer JPA stahlampungweb@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong> Seorang guru harus mengembangkan kreativitasnya pada saat mengajar sebagai upaya pembaharuan proses pembelajaran di sekolah. Kreativitas guru sangat mendukung keberhasilan siswa dalam belajar dan mampu meningkatkan minat belajar siswa pada saat proses pembelajaran. Peserta didik sangat tergantung pada kreativitas guru dalam mengembangkan materi standar dan mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif. &nbsp;Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kreativitas mengajar guru agama Hindu dalam meningkatkan minat belajar siswa. Serta mengetahui bagaimana peran kreativitas mengajar guru, ketika membimbing, mengarahkan, memotivasi dan mendorong siswa agar didalam mengikuti pembelajaran lebih memiliki minat belajar yang tinggi dan mampu mendapatkan hasil yang memuaskan. Pengambilan data pada penelitian ini adalah melalui penyebaran angket kepada siswa SMP Se-Kecamatan Pasir Sakti, angket yang disebarkan mengenai bagaimana peran kreativitas mengajar guru pada saat mengajar. Dan pengambilan data kedua yaitu melakukan wawancara kepihak guru agama Hindu dan Kepala sekolah. Dari hasil penelitian yang di dapat bahwa seorang guru agama Hindu sangat berperan penting didalam meningkatkan minat belajar siswa. Dengan kreativitas mengajar guru agama Hindu ini, guru pada saat mengajar sudah mampu menggunakan media pembelajaran, mengaplikasikan IT dan strategi pembelajaran yang baik sehingga siswa didalam belajar lebih semangat dan siswa lebih senang mengikuti pembelajaran disekolah. Selain itu pembelajaran guru yang kreatif seperti dengan mengajar dengan menggunakan media, strategi pembelajaran dan ide-ide baru didalam mengajar maka dapat mengaktifkan siswa pada saat belajar dan siswa lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan guru. Peran MGMP (Musyawarah guru mata pelajaran) sangat membantu guru-guru dalam mengembangkan kreativitas guru pada saat mengajar dan menunjang keberhasilan siswa dalam meningkatkan hasil belajar yang akan dicapai. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kreativitas mengajar guru sangat berperan penting dalam menunjang keberhasilan siswa dan meningkatkan minat belajar siswa. Kreativitas mengajar guru agama Hindu juga harus lebih memahami bagaimana menjadi guru yang kreatif ketika mengajar dan seorang guru juga harus mampu mengaplikasikan dan memanfaatkan teknologi guna menambah pemahaman guru dalam proses pembelajaran dan meningkatkan minat siswa dalam belajar agama Hindu di SMP Se-Kecamatan Pasir Sakti. Dalam penelitin ini disarankan kepada pihak guru agama Hindu dan pihak kepala sekolah harus mampu mengarahkan dan mendorong siswa untuk memiliki minat belajar yang lebih tinggi dan mampu mencapai hasil yang memuaskan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : kreativitas mengajar guru dan minat belajar siswa.</p> 2020-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 JURNAL PENDIDIKAN AGAMA https://ejournal.stahlampung.ac.id/index.php/jpastahlampung/article/view/56 PERBANDINGAN PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN LERARNING CYCLE 5 FASE DENGAN MODEL STUDENTTEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS TERHDAP MINAT BELAJAR SISWA 2020-09-24T21:10:01+07:00 Journal Manajer JPA stahlampungweb@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Learning Cycle</em> 5 Fase dengan STAD terhadap minat belajar siswa. Desain penelitian adalah desain pretes postes kelompok tak ekuivalen. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII<sub>A</sub> dan VIII<sub>C</sub> yang dipilih secara <em>purposive sampling</em>. Data penelitian ini berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif berupa deskripsi angket tanggapan siswa terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Learning Cycle</em> 5 Fase dengan STAD yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh siswa (100 %)&nbsp; memberikan tanggapan positif terhadap penggunaan model STAD dan 72,68% terhadap model LC 5 Fase. Dengan demikian, model pembelajaran STAD berpengaruh dalam meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci :&nbsp; </strong>minat belajar, model stad, model lc 5 fase</p> 2020-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 JURNAL PENDIDIKAN AGAMA https://ejournal.stahlampung.ac.id/index.php/jpastahlampung/article/view/57 PENGARUH BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH SD PALMKIDS TAHUN PELAJARAN 2014/2015 2020-09-24T21:18:54+07:00 Journal Manajer JPA stahlampungweb@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong> Pelitian ini di latar belakangi oleh nilai siswa di SD Palmkids Tahun Pelajaran 2014/2015 yang memperoleh prestasi belajar dibawah rata-rata karena kurangnya Bimbingan belajar yang diberikan oleh orang tua terhadap siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan belajar orang tua terhadap prestasi belajar siswa di sekolah. SD Palmkids Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh mengingat jumlah populasi yang kurang dari 100, yaitu sebanyak 60. &nbsp;Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis pertama menggunakan uji regresi linier sederhana dan hipotesis yang kedua dengan menbandingkan hasil nilai rata-rata siswa dari semester ganjil ke genap. Berdasarkan hasil analis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan Bimbingan belajar orang tua terhadap Prestasi belajar siswa di SD Palmkids Tahun Ajaran 2014/2015 dengan hasil yang&nbsp; perhitungan t<sub>hitung </sub>10,739 &gt; t<sub>tabel </sub>1,658.(2) Ada pengaruh yang positif pengaruh Bimbingan belajar orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SD Palmkids Tahun Ajaran 2014/2015 dengan membandingkan nilai rata siswa dari semester ganjil ke genap dengan rata-rata nilai 71,43 dan 82,25 setelah dianalisis terdapat peningkatan prestasi sebesar 10,82℅</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>bimbingan belajar orang tua, prestasi belajar</p> 2020-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 JURNAL PENDIDIKAN AGAMA https://ejournal.stahlampung.ac.id/index.php/jpastahlampung/article/view/58 PELAKSANAAN UPACARA MA’PALLIN OLEH UMAT HINDU ALUKTA 2020-09-24T21:36:24+07:00 Journal Manajer JPA stahlampungweb@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong> Upacara <em>Ma’pallin </em>merupakan salah satu upacara yang dilakukan oleh umat Hindu Alukta yang berkaitan dengan pembersihan alam secara niskala. Umat Hindu Alukta dalam mengamalkan ajaran agama Hindu, tingkat pengetahuan dan pemahamannya masih sangat rendah, yang dapat membawa dampak negatif terhadap keberlangsungan Hindu Alukta kedepannya. Upacara <em>Ma’pallin </em>tetap dilaksanakan oleh umat Hindu Alukta karena merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai pengamalan agama (<em>Sukaran Aluk</em>) namun masih banyaak masyarakat yang belum mengerti makna yang terkandung dalam upacara <em>Ma’pallin </em>sehingga hanya dikatakan bersifat kebiasaan/tradisi. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya interaksi masyarakat dengan Tomina dan adannya pantangan/pemali bahwa tidak boleh membicarakan mengenai suatu upacara apabila tidak ada proses pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan upacara <em>Ma’pallin </em>dan nilai – nilai yang terkandung didalam pelaksanaan upacara <em>Ma’pallin </em>oleh umat Hindu Alukta. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis <em>deskriptif kualitatif. </em>Upacara <em>Ma’pallin </em>merupakan ritual yang dilakukan oleh umat Hindu Alukta sebagai wujud pensucian alam secara <em>niskala </em>yang dilakukan di sebelah Barat pekarangan rumah. Upacara <em>Ma’pallin </em>memiliki empat tingkatan yaitu : <em>pallin tallo’, pallin manuk, pallin bai, </em>dan <em>pallin tedong. </em>Pelaksanaan upacara <em>Ma’pallin </em>memiliki nilai pendidikan, nilai religius dan nilai sosial. Manusia dituntut untuk senantiasa mengupayakan keharmonisan dengan alam sekitarnya sebagai implementasi ajaran<em> tri hita karana </em>sebagai bhakti kepada Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini untuk membantu keberlangsungan hidup manusia. Nilai religius dalam upacara <em>Ma’pallin </em>yaitu wujud yajna sebagai pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana, adanya tata cara, etika dan mantra – mantra yang digunakan dalam pelaksanaan upacara <em>Ma’pallin. </em>Nilai sosial yang terkandung dalam upacara <em>Ma’pallin </em>yaitu adanya hubungan yang baik antara manusian dengan alam sekitarnya sebagai salah satu pelaksanaan dari ajaran <em>Tri Hita Karana.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: upacara ma’pallin, hindu alukta</p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2020-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 JURNAL PENDIDIKAN AGAMA https://ejournal.stahlampung.ac.id/index.php/jpastahlampung/article/view/59 MAKNA FILOSOFIS PELAKSANAAN UPACARA RAMBU SOLO’PADA UMAT HINDU ALUKTA 2020-09-24T22:39:21+07:00 Journal Manajer JPA stahlampungweb@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong> Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dan menganalisis tentang makna filosofis pelaksanaan upacara <em>Rambu Solo’</em> pada umat <em>Hindu Alukta</em>di Desa Leppan Kecamatan Malimbong Balepe’ Kabupaten Tana Toraja Propinsi Sulawesi Selatan dengan rumusan masalah (1) Bagaimanakah proses upacara <em>Rambu Solo’</em> di Desa Leppan Kecamatan Malimbong Balepe’ Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan? (2) Apakah makna filosofis pelaksanaan upacara <em>Rambu Solo’</em> pada Hindu <em>Alukta</em> di Desa Leppan Kecamatan Malimbong Balepe’ Kabupaten Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan? Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: (1) Proses upacara <em>Rambu Solo’ </em>pada umat Hindu <em>Alukta </em>di Desa Leppan dibagi atas lima bagian yaitu: (a) <em>Aluk Tomate</em>, (b) <em>Aluk Burake Mapato</em> (c) <em>Massabu </em>(d) <em>Ma’tongo’ Liang</em> (e) <em>Aluk Ma’nene’/Ma’paundi.</em>(2)Makna filosofis Upacara<em>Rambu Solo’</em>yang dilaksanakan oleh&nbsp; masyarakat Hindu <em>Alukta</em>terdapat pada tempat pelaksanaan, waktu pelaksanaan dan saran yang digunakan dalam pelaksanaan upacara <em>Rambu Solo’</em>.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>makna filosofis, upacara <em>rambu solo’</em>, hindu <em>alukta</em></p> 2020-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 JURNAL PENDIDIKAN AGAMA https://ejournal.stahlampung.ac.id/index.php/jpastahlampung/article/view/60 Belajar Membaca Bhagawad Gita Untuk Meningkatkan Bhakti Siswa Pasraman Saraswati Di Desa Mekar Dewata Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang 2020-09-24T22:58:29+07:00 Journal Manajer JPA stahlampungweb@gmail.com <p><strong>Abstrak:</strong> Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan belajar membaca kitab suci Bhagawad Gita dapat meningkatkan bhakti siswa Pasraman Saraswati Desa Mekar Dewata Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Pasraman Saraswati di Desa Mekar Dewata Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang yang berjumlah 50 siswa. Sampel penelitian adalah 30 siswa yang dianggap mampu mengikuti pelatihan dengan baik. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket dan tes.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Berdasarkan analisis hasil angket dan tes secara deskriftip diperoleh kesimpulan bahwa belajar membaca kitab suci Bhagawad Gita dapat meningkatkan bhakti siswa Pasraman Saraswati Desa Mekar Dewata Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang. Terlihat dari hasil persentase angket yang diberikan sebelum diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita 44,58% dan sesudah diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita menjadi 80,48% begitu juga dengan hasil tes yang mengukur pemahaman atau kemampuan siswa dalam melakukan bhakti. Terlihat pada hasil rata-rata tes sebelum diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita 5,04 dan sesudah diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita menjadi 9,67. Sehinga sangat jelas terlihat ada peningkatan hasil dari sebelum diberikan perlakuan belajar membaca Bhagawad Gita dengan sesudah diberikan perlakuaan belajar membaca Bhagawad Gita.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> <em>Bhagawad Gita, Bhakti, Bhakti Siswa Pasraman Saraswati</em></p> 2020-09-25T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2020 JURNAL PENDIDIKAN AGAMA